• Latest News

    Thursday, December 12, 2013

    Jangan Percaya Sepenuhnya Pelintasan KA!


    Jakarta, KompasOtomotif – Pelintasan kereta api yang sering memakan korban dianggap kepolisian sebagai salah satu permasalahan serius dalam manajemen lalu lintas. Kasus yang masih hangat, ketika Commuter Line Serpong-Tanah Abang menabrak truk tangki Pertamina bermuatan penuh bahan bakar di Bintaro, yang akhirnya menelan korban jiwa.

    Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya AKBP Warsinem, menyatakan bahwa kepolisian tak pernah berhenti melakukan upaya pendidikan. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa. ”Tips aman di jalan, termasuk melintasi rel KA sering kami perdengarkan di radio atau kami tulis di media. Banyak program lain juga, karena kami anggap ini permasalahan serius,” ujarnya kepada KompasOtomotif di sela Indonesia Road Safety Award 2013 oleh Adira Insurance, Rabu (11/12/2013) di Jakarta.

    Warsinem pun nitip pesan kepada KompasOtomotif untuk disiarkan, berhubungan dengan pelintasan kereta api, dengan poin-poin sebagai berikut:

    1. Jangan percaya 100 persen palang pintu! Ketika mendekatinya, kurangi kecepatan. ”Kan palang pintu yang mengendalikan manusia. Siapa tahu penjaganya lalai, atau palang penutupnya sedang macet, kita tak pernah tahu,” pesan Warsinem. Karena terkadang palang kembali naik ketika nyaris menyentuh mobil atau motor di bawahnya.

    2. Paling benar tengok kanan-kiri dan jangan malu melakukannya. Melambat sedikit asal selamat. Abaikan pengendara lain di belakang yang mengklakson, karena keselamatan adalah tanggung jawab pribadi, bukan orang lain.

    3. Upayakan kendaraan di depan kita sudah melintasi rel terlebih dahulu (jika kondisi macet). Jadi, ketika kita melalui rel bisa melintas dengan cepat. Kita tidak pernah tahu di depan ada permasalahan atau tidak. ”Bagaimana kalau tiba-tiba macet pas kita di atas rel? Maju tidak bisa, mundur juga tidak bisa. Apalagi Jakarta dan kota-kota besar lain pasti padat, tidak seperti di daerah kecil bisa mundur lagi,” ujar Warsinem.

    4. Ada bunyi sinyal meski palang belum menutup, kendaraan wajib berhenti. Soal ini Warsinem menegaskan kalau sudah dituangkan dalam peraturan atau undang-undang untuk mendahulukan kereta api.

    5. Khusus untuk yang dua lajur, jangan sekali-kali melawan lajur yang lain. Ketika palang pintu turun, lalu bertemu dengan kendaraan di arah depan, dikhawatirkan mentok dan terkunci di atas rel. Mari kita tertib di dalam antrian.

    Soal lalu lintas di pelintasan yang seharusnya dibuat flyover atau underpass, Warsinem mengatakan akan sangat ideal jika untuk mengurangi tingkat kecelekaan. Tapi paling penting, sebelum itu semua terwujud, disiplin dan peduli adalah yang utama.

    Sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2013/12/12/10850/Jangan.Percaya.Sepenuhnya.Pelintasan.KA.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jangan Percaya Sepenuhnya Pelintasan KA! Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top