• Latest News

    Monday, December 2, 2013

    Tunda Polwan Berjilbab, Polri Dinilai Lecehkan Wanita

    JAKARTA - Sikap Mabes Polri yang memutuskan penundaan penggunaan jilbab oleh polwan sangat disayangkan. Indonesia Police Watch (IPW) bahkan menilai, tindakan itu merupakan bentuk pelecehan kepada kaum perempuan."Jika tidak hati-hati, sikap Polri itu bisa dinilai sebagai upaya melecehkan kaum wanita (muslimah) di Kepolisian. Sebab, polwan-polwan yang sudah memakai jilbab harus membuka jilbabnya dengan adanya perintah tersebut," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Senin (2/12/2013) malam.

    Menurutnya, perintah penundaan berjilbab bagi polwan bisa menimbulkan protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun ormas Islam lainnya. Sehingga IPW mengimbau Polri menarik perintah berupa Telegram Rahasia (TR) tersebut dan menggantikannya dengan TR yang mengatur keseragaman warna maupun pola jilbab bagi polwan.

    "Ini dilakukan sampai Perkap (Peraturan Kapolri) soal jilbab tersebut dikeluarkan Kapolri," imbuhnya.

    Neta juga mempertanyakan sikap Polri yang seakan ragu dalam menerapkan penggunaan jilbab bagi para polwan. Menurutnya, aturan penggunaan jilbab bagi polwan tidak perlu dibatasi.

    Jika TR penundaan itu dipaksakan kata dia, dikhawatirkan akan muncul protes-protes keras dari masyarakat.

    "Sebab, di dalam TR tersebut para polwan diminta menunda pemakaian jilbab, artinya para polwan yang sudah memakai jilbab diminta melepas jilbabnya dan inilah yang akan menimbulkan keresahan dan gejolak," tukasnya.

    Sebagaimana diketahui, sejak 25 November Polri mengizinkan bagi polwan yang ingin mengenakan jilbab. Meski Polri tak menyediakan jilbab yang seragam, mereka berusaha untuk menyesuaikan jilbab dengan seragam dinas masing-masing satuan. Hal itu disambut antusias oleh para polwan.

    Namun, belakangan Mabes Polri malah memutuskan untuk menunda penggunaan jilbab bagi para polwan.

    Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Oegroseno mengatakan, keputusan tersebut diambil karena bentuk jilbab di kalangan polwan belum ada keseragaman.

    "Karena yang berkembang mereka pakai jilbab enggak karuan. Ada yang model Aceh, model Medan, dan lain-lain," ujar Oegroseno.

    Oleh karenanya, lanjut dia, Polri akan merumuskan bentuk jilbab bagi polwan agar memiliki keseragaam, baik bagi polwan yang bertugas di lapangan maupun yang di kantor.

    "Nanti disesuaikan bagaimana mereka nyaman dan tidak terganggu dalam menjalankan tugas, baik polwan di kantor ataupun bagian operasional," tukasnya.
    Sumber: okezone.com
    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tunda Polwan Berjilbab, Polri Dinilai Lecehkan Wanita Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top