• Latest News

    Tuesday, January 21, 2014

    Beginilah Nasib Jalan Fatmawati jika Dibangun MRT Bawah Tanah...

    Ruas Jalan Bencoolen di Singapura yang harus ditutup selama sekitar 5 tahun karena adanya pembangunan jalur MRT bawah tanah untuk rute Downtown Line. Jalan ini telah ditutup sejak 2011, dan baru akan dibuka kembali pada 2016.

    SINGAPURA, KOMPAS.com — PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memastikan, ruas Jalan Fatmawati yang terletak di Jakarta Selatan tidak cocok untuk dibangun jalur MRT bawah tanah. Jika dipaksakan, maka masyarakat setempat harus menerima risiko bahwa jalan mereka harus ditutup selama 4 hingga 5 tahun.

    Tenaga ahli dari PT MRT Jakarta, Wilman Sijabat, menjelaskan, penutupan jalan tidak dapat dielakkan karena dalam pembangunan jalur bawah tanah akan dibarengi dengan pembangunan stasiun bawah tanah. Untuk membangun stasiun bawah tanah, maka metode yang harus digunakan adalah cut and cover (penggalian tanah). Adapun lebar area proyek pengerjaan stasiun bawah tanah akan memakan 20-25 meter badan jalan, dengan panjang 25-30 meter.

    Biasanya, lanjut Wilman, bagian jalan yang akan diambil adalah bagian tengah. Dengan demikian, sebuah ruas jalan harus memiliki sisa badan jalan di sebelah kanan dan kirinya, dan itulah yang nantinya akan digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

    "Sedangkan Jalan Fatmawati setelah pelebaran ini saja, sekarang hanya sekitar 29 meter," jelas Wilman, Senin (20/1/2014).

    "Kalau pembangunan jalurnya saja, tanpa stasiun, baru bisa cukup dengan Tunnel Boring Machine, jadi tak perlu dengan penggalian. Tapi untuk stasiun, harus dengan cut and cover," paparnya.

    Wilman memberi contoh ruas Jalan Bencoolen, Singapura, yang merupakan salah satu ruas jalan yang harus ditutup dalam jangka waktu lama akibat pembangunan MRT bawah tanah. Jalan Bencoolen sendiri telah ditutup sejak 2011, dan baru akan dibuka kembali pada 2016.

    Sama halnya dengan Jalan Fatmawati, Jalan Bencoolen merupakan jalan yang tidak terlalu besar. Jalan ini merupakan jalan yang nantinya akan dilewati jalur MRT bawah tanah untuk rute Downtown Line yang menghubungkan China Town dan Expo.

    "Bencoolen mau tidak mau harus dibangun jalur bawah tanah, sedangkan Fatmawati masih ada alternatif untuk jalur layang," ujarnya.

    Seperti diketahui, pembangunan jalur MRT layang di Jalan Fatmawati sempat mendapat tantangan dari sebagian warga setempat yang lebih menginginkan jalur MRT bawah tanah. Namun, meskipun demikian, proyek tersebut tetap akan dilanjutkan.

    Jalan Fatmawati menjadi kawasan yang nantinya akan dilintasi jalur MRT Lebak Bulus-Kampung Bandan. Dari Lebak Bulus hingga Jalan Sisingamangaraja akan menggunakan jalur layang, sementara Sisingamangaraja-Kampung Bandan akan menggunakan jalur MRT bawah tanah.

    Adapun proyek pembangunan MRT Jakarta akan dibangun dalam dua tahap, yakni tahap satu yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI, dan tahap dua dari Bundaran HI-Kampung Bandan.
    Pembangunan tahap satu telah dimulai Oktober tahun ini. Diperkirakan, proses pembangunan akan memakan waktu hingga 2016 atau 2017, dilanjutkan dengan proyek tahap dua yang diperkirakan akan selesai pada 2020.


    Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/21/0815200/Beginilah.Nasib.Jalan.Fatmawati.jika.Dibangun.MRT.Bawah.Tanah.

    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Beginilah Nasib Jalan Fatmawati jika Dibangun MRT Bawah Tanah... Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top