• Latest News

    Wednesday, January 22, 2014

    Mengapa Banjir Terus Menghiasi Ibukota ?

      
    Beritaseharian.com - Jakarta, Akhir-akhir ini  Indonesia sedang berduka, karena bencana di berbagai daerah di Indonesia, yang menjadi perhatian adalah banjir yang terus menghiasi Ibu Kota Indonesia ini, memang banjir di Jakarta pada umumnya kan datang disaat musim penghujan tiba  wilayah-wilayah dibantaran sungai sungai pun terendam, jalan-jalan yang mestinya menjadi jalur kendaraan berubah seketika menjadi jalur air sungai yang meluap, perumahan dan perkampungan pun berubah seketika banjir datang layaknya lautan air, ya memang alam memiliki sifat yang tidak dapat diketahui dan diubah, namun selayaknya manusialah pula yang harus menjaga dan melestarikan alam agar alam pun ramah dengan manusia.

         Kembali lagi ke banjir Jakarta, menurut sejarah Jakarta telah dilanda banjir sejak tahun 1621. Salah satu bencana banjir terparah yang pernah terjadi di Batavia adalah banjir yang terjadi di bulan Februari 1918. Saat itu hampir sebagian besar wilayah Batavia terendam air. Daerah yang terparah saat itu adalah gunung Sahari, Kampung Tambora, Suteng, Kampung Klenteng akibat bendungan kali Grogol jebol.

    Hingga kini banjir pun belum berhenti meyerang Jakarta. Apalagi ketika musim penghujan telah tiba. Oleh karena banjir yang terus menerus melanda sebagian wilayah di Jakarta kini kota Jakarta telah terkenal dengan Kota Banjir. Walau demikian warga Jakarta tidak berhenti mencoba menanggulangi banjir di Ibukota tercinta ini.

    Sehubungan dengan cara untuk mencoba menanggulangi banjir tersebut, maka berbagai masalah penyebab banjir pun mulai muncul dari masalah sampah, curah hujan yang tinggi, peluapan air yang berlebihan, pecahnya bendungan sungai, serapan air yang buruk, hingga pemukiman liar dan pemukiman padat penduduk. Dan warga yang terkena banjir selalu mengambil strategi sendiri untuk menanggulangi banjir ketika banjir datang ke rumah mereka.

    Mungkin inilah beberapa penyebab banjir yang selalu menghiasi Jakarta yang dihimpun dari berbagai sumber :
    •     Sungai atau saluran irigasi tidak berfungsi sebagai mana mestinya, bisa disebabkan karena tumpukan sampah disungai, atau penggunaan sebagian ruas sungai sebagai area hunian.
    •     Pendangkalan atau pengecilan ukuran sungai, proses pengerukan dengan alat berat seperti excavator membutuhkan lahan kosong dipinggir sungai sebagai jalan alat berat. jadi pengerukan atau istilah formalnya normalisasi sungai akan mengalami kesulitan.
    •     Pintu air yang tidak berfungsi dengan baik, yang namanya buatan manusia pasti adakalanya rusak dan untuk membuat yang terbagus maka memerlukan waktu dan teknologi terbaik.
    •     Pembagian area banjir untuk mengantasipasi wilayah ring 1 agar tidak kebanjiran, misalnya istana negara atau area perkantoran pemerintah lainya. dengan begini maka ada sebagian debit banjir yang harus dipindahkan dan ditanggung daerah lain.
    •     Budaya masyarakat atau pengusaha yang kurang peduli atau tidak cinta lingkungan, bisa dibuktikan dengan rusaknya beberapa air sungai di jakarta, saluran yang sebelumnya terisi air hijau menyegarkan telah berubah menjadi air hitam pekat penuh sampah dan bau.
    •     Banyaknya pembangunan gedung, jalan, rumah dan bangunan lainya membuat tertutupnya sebagian permukaan bumi khususnya kota jakarta sehingga air hujan yang seharusnya menyerap kedalam perut bumi harus mengalir langsung di permukaan sehingga terjadi banjir.
    •     Penebangan pohon atau berkurangnya area tanaman hijau sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu, cuaca menjadi tidak menentu. padahal kita tahu bahwa untuk merencakan saluran irigasi yang sanggup menampung debit banjir diperlukan data curah hujan hasil penelitian dan pencatatan selama beberapa tahun sebelumnya, nah.. kalau cuacanya tidak teratur maka data tersebut bisa jadi tidak bisa dijadikan pedoman untuk perencanaan masa depan.
    •     Got atau saluran umum dipinggir jalan banyak yang tertutup diatasnya, sehingga cukup sulit untuk mengontrol dan membersihkan kotoran didalamnya, kalaupun bisa pasti membutuhkan banyak tenaga dan biaya yang harus dianggarkan.
    •     Normalisasi pantai telah memakan sebagian tempat yang sebelumnya digunakan untuk menampung air laut, area yang dinormalisasi bisa jadi bagus karena direncanakan sebaik mungkin, namun imbasnya pada wilayah lain bisa tenggelam karena muka air laut naik sedangkan daratan terus mengalami erosi akibat gempuran ombak laut.
     
    Itulah beberapa penyebab masalah yang terus membuat banjir Ibu Kota Jakarta, namun dari itu semua, kesadaran umat manusi lah yang sangat berperan penting, kesadaran untuk menjaga lingkungan serta kesadaran untuk tertib membuang sampah dan kesadaran pemimpin wilayah untuk mengawasi daerah-daerah bantaran sungai dan melarang kepada developer atau pengembang nakal yang membangun perumahan di daerah resapan air, dengan kerjasama antara masyarakat dan pemimpin akan mengurangi dampak banjir yang meluas, tetaplah menjaga kebersihan dimana, dan kapanpun berada, karena kebersihan sebagian dari iman.


    @pramdia10
    Mahasiswa Broadcast Journalism
    Untuk Beritaseharian.com

    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mengapa Banjir Terus Menghiasi Ibukota ? Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top