• Latest News

    Sunday, April 27, 2014

    Ke Mana Demokrat Akan Berlabuh?


    Kompas.com/SABRINA ASRIL Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat berorasi di Stadion Deltra Sidoarjo, Sabtu (5/4/2014).

    JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah politik Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden 2014 masih ditunggu. Meski tak lagi menjadi partai papan atas pada Pemilu 2014, keputusan partai ini terkait koalisi dianggap masih signifikan memengaruhi dinamika pada peta politik Pilres mendatang. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memastikan, Demokrat belum menentukan sikap berkoalisi terkait koalisi. Ke mana partai pemenang Pemilu 2009 ini akan berlabuh?

    Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Kuskrido "Dodi" Ambardi memprediksi, kecil kemungkinan Demokrat akan memilih koalisi dengan PDI Perjuangan. Menilik sejarahnya, menurut dia, kedua partai ini tidak pernah "mesra". Hubungan SBY dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, tak harmonis sejak 2004 lalu.

    "Demokrat papan tengah tapi tidak bawa simbol komunitas Islam. Dugaan saya ke Golkar lebih dekat," kata Dodi kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, Demokrat dan Golkar tak memiliki problem di tingkat elite partainya. Secara visi, kata Dodi, keduanya sama-sama nasionalis.

    SBY-Mega akan mencair?

    Akan tetapi, semuanya masih mungkin terjadi. Juru Bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul meyakini hubungan antara SBY dan  Megawati Soekarnoputri akan segera mencair. Menurutnya, bukan tak mungkin keduanya akan menjalin suatu hubungan politik yang konkret.

    Ruhut menjelaskan, posisi SBY saat ini sangat terbuka dengan semua partai, termasuk dengan Megawati dan PDI Perjuangan. Ia mengatakan, orang-orang dekat Megawati telah membuka komunikasi dengan Demokrat untuk membicarakan dinamika politik terkini.

    "Sekarang tinggal dari Bu Meganya. Tapi kita melihat Bu Mega adalah seorang ibu, semuanya pasti akan segera mencair," kata Ruhut, di sela-sela acara debat kandidat Konvensi Capres Demokrat, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Minggu (27/4/2014).

    Sementara, politisi Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, SBY menekankan bahwa partainya harus mendapatkan peran jelas dalam koalisi.
    SBY menolak jika Demokrat hanya berkoalisi untuk menjadi pelengkap syarat tanpa dberi peran berarti dalam menentukan langkah politik.

    "Kata Pak SBY, kami enggak mau sebagai pelengkap, kita maunya berperan," ujar Sutan secara terpisah.
    Sutan mengatakan, peluang koalisi masih dapat dilakukan bersama seluruh partai. Menurutnya, hanya perlu kemiripan platform dan kerja sama politik itu telah dapat direalisasikan.

    Siap jadi oposisi

    Dalam pidatonya pada Debat Konvensi Capres, SBY menekankan bahwa Demokrat siap menjadi oposisi apabila gagal menemukan partai yang memiliki kesamaan platform. Ia menyebutkan, Demokrat masih terbuka pada semua kemungkinan. Komunikasi politik juga terus dilakukan untuk memetakan peta koalisi dan mendapatkan keputusan yang tepat.

    SBY tidak ingin partainya menjadi partai oportunis yang berbondong-bondong mendukung capres atau partai tertentu tanpa alasan yang jelas. Ia memastikan bahwa Demokrat hanya akan berkoalisi dengan akal sehat, memilih tandem koalisi yang memiliki platform jelas, rasional, dan sejalan dengan misi yang diperjuangkan oleh partainya.
    "Kami tak akan mendukung bila platformnya berbeda. Lebih baik kami di luar (pemerintahan), mandiri, berjuang dari sisi yang lain," ujarnya.

    Peta koalisi

    Saat ini, ada dua poros koalisi yang mendekati final. PDI Perjuangan telah sepakat berkoalisi dengan Partai Nasdem. Dengan perkiraan perolehan suara kedua partai ini berdasarkan hasil hitung cepat, sudah bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. PDI-P masih melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai lain. Namun, sejauh ini, belum ada titik terang, partai mana lagi yang akan merapat. Partai Kebangkitan Bangsa yang diprediksi akan berkoalisi dengan PDI-P, belum memutuskan sikap terkait koalisi.

    Sementara, Partai Gerindra, yang bertekad membentuk koalisi "tenda besar" masih melakukan gerilya ke sejumlah papan tengah. Keputusan koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan menimbulkan riak di internal partai pimpinan Suryadharma Ali itu. Partai Keadilan Sejahtera menyatakan membuka peluang besar untuk berkoalisi dengan Gerindra. Siapa saja yang akan bergabung di "tenda besar" Gerindra?

    Adapun, Golkar, sejauh ini terbilang tak terlalu agresif membangun barisan koalisinya. Partai pimpinan Aburizal Bakrie ini masih membuka kemungkinan koalisi dengan partai mana pun.

    Dari ketiga poros yang mungkin terbentuk ini, ke mana Demokrat akan melabuhkan pilihannya? Atau kah justru membentuk poros sendiri? Kita tunggu saja.


    Sumber: http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/04/28/0746397/ke.mana.demokrat.akan.berlabuh?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ke Mana Demokrat Akan Berlabuh? Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top