• Latest News

    Friday, April 24, 2015

    Alan Budikusuma Ikut Meramaikan Kontes Robot Indonesia Regional 2 Universitas Budi Luhur



    Beritaseharian.com - Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan suatu wacana yang sangat menarik bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan dan ide-ide mereka menjadi suatu robot yang fungsional dengan memanfaatkan pengetahuan mereka yang multi disiplin.

    Robot-robot tersebut harus dirancang dan dibuat sendiri, dengan menggunakan sensor-sensor, aktuator serta rangkaian elektronika dan mikrokomputer yang ada dan harus diprogramkan sesuai dengan tema kontes tahun ini.

    Selain itu kerjasama yang baik antara anggota tim peserta dan gagasan strategi yang terbaik juga akan menjadi faktor pendukung suksesnya suatu tim dalam kontes ini dalam kontes ini, sehingga akan dapat menimbulkan suasana kompetisi yang kondusif dikalangan mahasiswa, dosen maupun perguruan tinggi yang beratisipasi dalam kontes tersebut.

    Pada tanggal 25 April 2015 dalam Acara Kontes Robot Indonesia Regional 2 di Kampus Budi Luhur ikut diramaikan oleh Maestro Bulutangkis Indonesia yaitu Alan Budikusuma. Pria kelahiran 1968 ini mulai memegang raket sejak umur 7 tahun. Ia lalu dipanggil oleh PBSI pada 1987 bersama Ardy B. Wiranata, rekan satu klub-nya dan Hermawan Susanto.

    Prestasinya telah terlihat saat ia menjuarai tunggal putra junior di Jakarta Open pada 1985 dalam usia 17 tahun dan Thailand Terbuka pada 1989. Ia sering diturunkan di Tim Piala Thomas Indonesia pada 1988-1998.

    Tetapi, pada dekade 1990-an, ia seperti jagoan tanpa prestasi top. Kekalahannya pada pertandingan Final Piala Thomas 1992 di Kuala Lumpur, Malaysia, melawan Foo Kok Keong, membuat ia dikucilkan lewat berbagai artikel di koran. Kekalahan di Malaysia itu membuat semua orang bertanya, tentang apakah Alan masih pantas berjuang mengharumkan nama Indonesia.

    Patah semangat? Tidak! Alan membuktikan diri bahwa pandangan terhadap dirinya adalah salah. Maka, ia membuktikan dengan bertanding dengan sesama atlet Indonesia di Olimpiade 1992, yaitu Ardy B. Wiranata. Pertimbangnnya, siapapun yang mendapatkan medali emas itu sudah pasti atlet Indonesia.

    Sepanjang pertandingan final Olimpiade 1992 itu, Alan dan Ardy terus bertukar pukulan demi pukulan. Sampai akhirnya, Ardy tidak lagi berkutik dan Alan Budikusuma sukses mengembalikan kehormatannya. Medali emas pun di tangannya. Ia telah mulai lega karena kekasihnya, Susi Susanti juga menjadi gold medalist di tunggal wanita ketika menang melawan atlet Korea Selatan, Bang Soo-Hyun.

    Alan memang luar biasa. Mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ia yang tadinya tidak difavoritkan juara Olimpiade ternyata mampu menjuarainya.

    Pasca-Olimpiade, kariernya malah melejit tinggi. Pada Final Piala Thomas 1996 di Hong Kong, ia menjadi penentu kemenangan mutlak Indonesia 5-0 Denmark saat ia mengalahkan Peter Rasmussen.

    Pada 1997, Alan menikah dengan Susi Susanti, yang juga menjadi gold medalist Olimpiade 1992. Ini adalah salah satu hal yang membuktikan, dengan berhubungan baik dan saling mendukung maka prestasinya akan terus menanjak.


    ___________________________
    Foto: Abdul Gofar
    Editor: Pramdia Arhando

    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Alan Budikusuma Ikut Meramaikan Kontes Robot Indonesia Regional 2 Universitas Budi Luhur Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top