• Latest News

    Friday, September 4, 2015

    Heboh Capres AS Donald Trump Bertemu dengan Setya Novanto Cs

    Foto: REUTERS/Lucas Jackson

    Beritaseharian.com - Jakarta - Delegasi DPR yang menghadiri sidang parlemen dunia bertemu dengan capres AS Donald Trump. Taipan properti itu dikenal sebagai sosok yang punya sepak terjang penuh kontroversi.

    Untuk tahun 2015 ini, kontroversi mulai mengiringi Donald Trump sejak pidato perdananya sebagai bakal calon presiden dari Partai Republik. Saat itu Donald Trump menyerang banyak pihak, dari para imigran Meksiko hingga Presiden AS Barack Obama. Tak urung triliuner itu dicap rasis.

    Serangan ke warga Mexico dilontarkan saat deklarasi pencapresannya di gedung miliknya, Trump Tower di New York pada Selasa (16/6) waktu setempat. Trump mencela lawan-lawan politiknya dan menyerang negara tetangga AS, Meksiko.

    "Ketika Meksiko mengirimkan orang-orangnya, mereka tidak mengirimkan yang terbaik," kata pria 69 tahun itu. "Mereka mengirimkan orang-orang yang punya banyak masalah.... Mereka membawa narkoba. Mereka mendatangkan kejahatan. Mereka itu para pemerkosa," cetusnya.

    Trump pun berjanji akan membangun tembok raksasa di perbatasan. Tembok itu akan sepanjang 3 ribu kilometer guna mencegah masuknya migran Meksiko ke AS.

    "Saya akan membangun tembok besar, yang sangat besar di perbatasan selatan kita, dan saya akan membuat Meksiko membayar untuk tembok itu. Ingat kata-kata saya ini," tegas pria yang memiliki helikopter dan pesawat boeing berlapis emas itu.

    Pernyataan Trump itu menuai reaksi negatif dari Pemerintah Meksiko. Mendagri Meksiko bereaksi keras.

    "Pernyataan Donald Trump itu terlihat merugikan dan tidak masuk akal," ujar Mendagri Angel Osorio Chong kepada para wartawan di Mexico City, ibukota Meksiko seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6).

    Trump juga menyerang Presiden Barack Obama. Dia menyebut Obama kekuatan negatif. "Dia bukan cheerleader (pemandu sorak-red), dia sebenarnya kekuatan negatif," cetus Trump mengenai Obama seperti dilansir CNN, Rabu (17/6) lalu.

    Masih banyak pihak lain yang diserang oleh pria dengan kekayaan Rp 120 triliun itu, para bakal calon presiden pesaingnya, dan juga pihak-pihak yang dianggapnya kerap merugikan Amerika. Serangan-serangan itu menimbulkan kontroversi, dan sepertinya Trump menikmati kontroversi itu.

    Barangkali Trump menganggap pemilihan Presiden Amerika seperti satu show, satu pertunjukan. Dia menikmati gegap gempita dan pekik sorak penonton, kemudian turun panggung dan pulang. Hal itulah yang Donald Trump lakukan dalam pemilihan Presiden Amerika pada 2000, 2004, 2008, dan 2012. Ya, bukan tahun ini saja Donald Trump berniat mencalonkan diri jadi Presiden AS.

    Namun sepertinya Donald Trump lebih serius mencalonkan diri tahun ini. Dia sudah kampanye berbulan-bulan, dan membentuk tim sukses yang lengkap berisi orang-orang berbayaran tinggi.

    "Aku akan menjadi presiden paling hebat yang pernah Tuhan ciptakan," kata Trump dengan gaya bombastis saat mengumumkan pencalonannya.

    Kontroversi Trump berlanjut hingga hari ini, hingga Indonesia. Kontroversi ini merambat ke tanah air lewat kehadiran delegasi DPR RI yang dipimpin Ketua DPR Setya Novanto di jumpa pers politik Donald Trump. Pertemuan Novanto cs dengan Donald Trump menjadi viral di dunia maya, menjadi kontroversi.

    Kehadiran Novanto cs dipertanyakan, dianggap tak sesuai tujuan keberangkatan. Agenda utama Novanto cs memang bukan untuk bertemu Trump, tapi menghadiri sidang parlemen dunia. Pertemuan dengan Trump disebut spontan, tak diagendakan. Wakil Ketua DPR Fadli Zon sudah menyatakan itu bukanlah kunjungan resmi. "Tidak masuk acara resmi. Jadi spontan saja," kata Fadli dalam perbincangan melalui pesan singkat, Jumat (4/9/2015).

    Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengkritik pertemuan itu. DPR dianggap menyalahgunakan anggaran negara.

    "Itu kan perjalanan dibiayai anggaran negara itu kan perjalanan dinas. Kalau total perjalanan dinas DPR per tahun Rp 256 miliar kalau yang untuk legislasi Rp 123 miliar untuk ke luar negerinya," kata koordinator bidang advokasi FITRA, Apung Widadi, dalam siaran pers, Jumat (4/9/2015).

    Namun Fadli mengatakan ada kepentingan negara juga yang dibawa DPR dalam pertemuan dengan Trump. Ada pembicaraan soal investasi Amerika di Indonesia, ada pembicaraan soal aliansi strategis Amerika-Indonesia.

    "Tentu kita sangat hargai pengusaha yang mau investasi dalam situasi ekonomi seperti sekarang. Trump ada 2 project di Indonesia di Bali dan Jawa Barat, kerjasama dengan swasta nasional," ujar Waketum Gerindra ini.

    Ada yang mengkritik pertemuan itu, ada juga yang menganggap wajar. Pertemuan itu menjadi kontroversi, se-kontroversi sosok Donald Trump.

    Referensi Berita



    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Heboh Capres AS Donald Trump Bertemu dengan Setya Novanto Cs Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top