• Latest News

    Wednesday, March 16, 2016

    Kereta Rasa Cinta

    Dipo Lokomotif Yogya / Luthfi

    Beritaseharian.com - Saat diburu waktu, Koes Plus bepergian naik apa, ya? Ternyata kuartet itu memilih kereta, lho. "Cepat ku mencari kereta api pagi. Ku sibuk sekali sampai kulupa tak sempat mandi. Karna ku tlah janji ku akan datang di hari ini."

    Apa kegiatan Koes Plus pagi itu? Sayangnya, mereka tak mau cerita gamblang. Namun, hm, apa lagi yang bisa membuat empat anak muda mabuk kepayang, lari lintang pukang, sampai lupa bersih-bersih badan, kalau bukan urusan kasmaran. Toh, lewat lagunya yang lain, Koes Plus katakan bahwa mereka menumpang bis hanya ketika berangkat ke sekolah.

    Bagaimana dengan Nella Regar? Mirip Koes Plus dengan "Kereta Pagi"-nya, biduanita tahun delapan puluhan itu juga bertaut dengan kereta api gara-gara masalah hati. Isak Nella sambil berderai air mata, "Kereta senja tlah membawa dirimu. Bilakah engkau kembali. Di sini aku rindu menanti dirimu. Hanyalah dirimu yang ku harapkan."

    Dari pagi ke senja, selanjutnya giliran kereta malam bikin cerita. Ya, lagu berikutnya dibawakan Ratu Dankdhut, Elvi Sukaesih. Judulnya "Kereta Malam". Dendang Elvi, "Pernah sekali aku pergi. Dari Jakarta ke Surabaya. Untuk menengok nenek di sana, mengendarai kereta malam. Jugijak-gijuk, gijak-gijuk...."

    Koes Plus-kah, Nella Regar-kah, Elvi Sukaesih-kah, mereka semua ternyata punya pengalaman serupa terkait kereta. Yaitu, kisah perjalanan yang penuh dengan perasaan.
    Begitu eratnya pertalian antara kereta dan pengalaman batin ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia, seperti terlukis pada lagu-lagu tadi. Sejumlah studi kasus di Eropa--Jerman, tepatnya--pada tahun 2012  juga memperlihatkan fenomena serupa.

    Mayoritas masyarakat lebih menjadikan kereta sebagai moda transportasi pilihan. Melampaui tram dan bis. Ketika ditanya ihwal alasannya, kebanyakan dari mereka memberikan penjelasan yang berhubungan dengan atribusi sosial dan emosional. Faktor terbesar di antara atribusi emosional itu adalah nostalgia alias kenangan.

    Lebih lanjut, menurut riset Milena Scherer dan Katrin Dziekan tersebut, hampir semua orang yang beraktivitas harian lebih menyukai kereta. Apalagi orang-orang muda. Dan, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula favoritismenya pada kereta.
    Kereta api, dari masa ke masa, tetap menjadi pujaan hati.

    ____________________________________
    Penulis : Reza Indragiri / NsMagz
    Foto      : Luthfi




    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kereta Rasa Cinta Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top