• Latest News

    Thursday, March 10, 2016

    Menapak Rumah Pemimpin Si Ular Besi Pengok, Yogyakarta


    Apa yang pertama kali Anda ketahui ketika mendengar istilah si “Ular Besi”, apakah menurut Anda istilah itu menakutkan buat Anda, atau bahkan bisa membahayakan kita semua. Tapi pernyataan di atas pun tidak semuanya benar, si “Ular Besi” ialah nama beken dari kereta api yang selama ini kita banggakan akan nilai sejarahnya. Sebelum kita mengulas lebih lanjut mengenai kereta api, apakah Anda sebagai pengguna kereta api juga turut menjaga dan mencintai si “Ular Besi” seperti halnya kendaraan kesayangan Anda yang hampir setiap hari Anda jaga dan rawat kesehatannya.

    Seperti yang kita ketahui, seiring berjalannya waktu dan era teknologi yang semakin berkembang. Dunia perkeretaapian Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan. Dulu misalnya, ketika jaman kakek-nenek kita masih muda, kereta bertenaga uap masih berjaya di masanya. Akan tetapi kereta bertenaga uap yang berjaya pada masanya sudah usang dan menjadi legenda di dalam sebuah penyimpanan benda-benda bersejarah atau yang disebut Museum.

    Kereta yang setiap harinya memanjakan sang penumpang untuk mencapai satu tujuan juga harus diperhatikan perawatannya, perawatan yang dilakukan berguna menjaga keamanan di dalam perjalanan mengantar para penumpang ke tujuanya. Kereta-kereta yang sekiranya sudah masuk jangka waktu  pemeriksaan untuk perawatan dan perbaikan, di beberapa daerah Jawa dan Sumatera sudah memiliki bengkel perawatan kereta yang disebut Balai Yasa.

    Balai Yasa

    Balai Yasa (disingkat: BY) adalah istilah dalam perkeretaapian Indonesia yang merujuk pada tempat yang digunakan sebagai perawatan besar sarana perkeretaapian yang dimiliki oleh operator. Nama balai yasa sendiri termuat dalam UU No. 23 Tahun 2007 pasal 114 ayat (5) yang menerangkan bahwa perawatan dapat dilakukan di depot lokomotif maupun Balai Yasa.

    Balai Yasa merupakan tempat untuk melakukan semiperawatan akhir (SPA) dua tahunan, pemeliharaan akhir (PA) empat tahunan, serta perbaikan dan modifikasi sarana perkeretaapian. Berbeda dengan depot lokomotif yang perawatannya dapat dilakukan harian, selama enam bulanan, ataupun selama satu tahunan. Balai yasa tidak berada di bawah daerah operasi (Daop), tetapi langsung berada di bawah kantor pusat PT Kereta Api Indonesia dan berbentuk unit pelaksana teknis (UPT).

    Balai Yasa Pengok




    Dari 10 diantara Balai Yasa yang berada di Indonesia, Balai Yasa Pengok, yang berada di Yogyakarta menjadi sebuah tempat perawatan kereta atau Balai Yasa terbesar di Indonesia. Balai Yasa Yogyakarta dibangun mulai tahun 1914 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan nama Centraal Werkplaats. Setelah diambil alih oleh Djawatan Kereta Api, Centraal Werkplaats ini diubah namanya menjadi "Balai Karya", dan kini menjadi "Balai Yasa". Oleh karena itu istilah Balai Yasa diperkenalkan pertama kali pada tahun 1959 untuk Balai Yasa Yogyakarta.

    Balai Yasa Pengok Yogyakarta terletak di Jalan Koesbini Daerah Istimewa Yogyakarta dan memiliki luas tanah adalah 128.800 m2 (12.88 Ha); luas bangunan 43.700 m2 (4.37 Ha). Didalamnya terdapat bangunan besar yang hampir semuanya berhubungan dengan kereta, dari perawatan, perbaikan, perakitan kereta, hingga berbagai macam onderdil kereta yang ukuranya besar bisa kita lihat disini. Ketika kita berkunjung ke Balai Yasa, setiap pengunjung yang ingin mengetahui apa yang ada di dalam Balai Yasa diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang berada di Balai Yasa, sama hal nya dengan para pekerja yang berada di Balai Yasa.

    Peraturan dasar yang diwajibkan ketika kita memasuki area khusus ini, kita harus menggunakan sepatu dan berpenampilan sopan. Setelah melewati tahapan ini, seorang pemandu yang ditugaskan memandu kegiatan kita selama berada di Balai Yasa sudah menyiapkan helm pengaman yang akan kita gunakan selama berada di lingkungan Balai Yasa, guna menjaga keamanan kita.

    Para pekerja yang berada di Balai Yasa pun sangat besahabat, ketika pengunjung datang dan mulai bertanya tentang kegiatan yang dilakukan oleh beberapa pekerja di Balai Yasa. Mereka pun sebagai pekerja menyambut kedatangan para pengunjung dengan ramah, disela pekerjaanya para pekerja pun berinteraksi dengan menjawab pertanyaan para pengunjung dengan baik.


    Salah satu pekerja Balai Yasa pada bagian operator bor roda kereta pun mengatakan “sangat senang bekerja disini, rasa bangga pun ikut ia rasakan ketika dia melihat kereta melintas di perlintasan. Karena setiap harinya ia bekerja langsung berhubungan dengan kereta,” ungkap Rohmat Wahyudi.


    Selain kita bisa melihat proses perawatan, perbaikan, hingga perakitan kereta, kita pun bisa melihat kereta-kereta yang sudah usang. Kereta yang usang itu meliputi kereta yang sudah tidak layak digunakan, misalnya seperti kereta yang pernah mengalami kecelakaan, dan kereta yang usianya cukup tua dan tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu tempat ini patut Anda kunjungi untuk menambah wawasan Anda dan mengajarkan anak untuk mengenal sejarah perkeretaapian Indonesia.


    ____________________
    Penulis  (Abdul Gofar)
    Foto NS (Gofar & Pram)
    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menapak Rumah Pemimpin Si Ular Besi Pengok, Yogyakarta Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top