• Latest News

    Friday, March 4, 2016

    Schmutzer, Habitat Primata Terbesar di Dunia Punya Indonesia

    Pusat Primata Schmutzer / NsMagz
    Beritaseharian.com - Sesekali sayup-sayup terdengar nyanyian alam layaknya hutan belantara, sementara suara-suara teriakan dari sekawanan binatang  primata seakan bersahutan memanggil siapa saja yang mendengarnya. Rerimbunan pohon yang menjulang tinggi menjadi panorama yang terpandang di tengah gerbang besar dengan bangun setengah lingkaran layaknya sebuah goa berukuran besar bertuliskan “Pusat Primata Schmutzer”.

    Pusat Primata Schmutzer / NsMagz


    Fasilitas Maksimal

    Berlokasi di dalam lingkungan Taman Margasatwa Ragunan, atau orang lebih mengenalnya Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Pusat Primata Schmutzer merupakan tempat mengoleksi dan pemeliharaan hampir semua jenis primata dengan mengusung konsep alam liar mendekati kondisi habitat aslinya. Hal ini berbeda dengan jenis-jenis binatang lainnya koleksi Kebun Bintang Ragunan yang semuanya ditempatkan di dalam kandang. Tidak heran, salah satu jenis satwa yang dilindungi di dunia ini tampak begitu dimanjakan dengan berbagai fasilitas.

    Menurut Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, fasilitas itu meliputi mulai dari kandang yang setiap hari dibersihkan, makanan yang segar dan bergizi yang diberikan tepat waktu, hingga rumah sakit dan tenaga medis yang selalu disiagakan apabila para primata itu terjangkit penyakit.  Konsep kandang seakan alam liar itu sendiri  mirip dengan yang ada di Kebun Binatang San Diego di Los Angeles, Amerika Serikat. Kandang semacam ini, yang antara lain dihuni gorila dan orangutan, disebut enklosur.

    Pusat Primata Schmutzer / NsMagz


    Berbedanya fasilitas di Pusat Primata Schmutzer dengan fasilitas  untuk satwa umumnya di Kebun Binatang Ragunan tidak lepas dari keberadaan Yayasan Gibbon (The Gibbon Foundation). Sebab, yayasan inilah yang mendirikan, membiayai, dan mengelola Pusat Primata Schmutzer. Saat ini, pengelolaannya sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Di dunia, hanya ada dua pusat primata. Selain di Jakarta dan menjadi yang terbesar di dunia, satu pusat primata lainnya lagi terdapat di kota Leipzig, Jerman. Tujuan pendirian pusat primata itu sendiri selain dimaksudkan untuk mengoleksi hewan primata, juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan konservasi lingkungan hidup.

    Lorong Gorilla Walk

    Pengunjung yang datang ke sana dapat dengan aman dan leluasa, baik dengan duduk ataupun berdiri, menyaksikan tingkah polah para gorila yang berada di bawahnya dengan berjalan di sebuah lorong panjang yang disebut “Gorilla Walk”. Bila merasa dahaga, pengunjung bisa menghilangkannya dengan memanfaatkan fasilitas air minum gratis yang berada di beberapa titik di sana. Semuanya itu didapat dengan hanya membayar tiket masuk yang tergolong murah, yakni Rp 6.000.

    Pusat Primata Schmutzer / NsMagz
    Mereka masih juga dapat melihat pemandangan lainnya berupa sejumlah ubin yang terbuat dari kuningan, yang berisi ukiran wajah‐wajah primata di sana. Ada pula panel yang dipajang berderet yang memuat foto aneka jenis spesies primata disertai keterangan tentang asal, nama, habitat, makanan, hingga status primata-primata itu, yang sebagian besar kini terancam punah.
    Kumbo, Komu, dan Kihi.

    Kumbo, Pemimpin Kelompok Gorila di Schmutzer

    Ada hal menarik lain yang bakal ditemui, di mana dari sejumlah gorila di Pusat Primata Schmutzer, ternyata hanya dikenal tiga nama, yakni Kumbo, Komu, dan Kihi. Kumbo adalah gorila paling besar sekaligus pemimpn kelompok di area gorila ini. Ia paling suka bergaya di depan pengunjung serta menunjukkan postur tubuhnya yang besar. Sementara, Komu, saudara Kumbo, suka mengikutinya mengelilingi area gorila. Terakhir,  adalah Kihi, yang dikenal paling suka menyendiri dan jarang terlihat di depan pengunjung.

    Gorila‐gorila tersebut didatangkan dari Kebun Binatang Howlettes dan Port Lympne di Inggris pada tahun 2006 Hal ini berkat upaya dan lobi yang dilakukan pemimpin Yayasan Gibbon Ny Pauline (Puck) Schmutzer, yang tak lain adalah penggagas sekaligus penyandang dana Pusat Primata Schmutzer. Perempuan kelahiran Wonorejo, Jawa Tengah, ini, memang dikenal sebagai seorang penyayang binatang dan dermawan yang mempunyai kepedulian sangat besar pada kelestarian satwa liar yang hampir punah.

    Wahyu Bambang mengungkapkan bahwa di Ragunan gorila-gorila itu mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan lewat pertumbuhan berat badan mereka yang naik cukup pesat.
    Menuju Pusat Primata Schmutzer

    Akses menuju Pusat Primata Schmutzer dengan naik angkutan umum tergolong mudah. Pasalnya, di depan Kebun Binatang Ragunan terdapat terminal angkutan umum, baik bus, mikrobus, maupun angkutan kota (angkot) yang melayani trayek ke sejumlah tempat strategis di Jakarta. Namun, pilihan paling efektif dan efisien adalah bila pengunjung mencona memilih dengan naik busway, atau bus TransJakarta, koridor VI (Dukuh Atas-Ragunan).

    ______________________________________
    Penulis : Pramdia
    Foto      : NsMagz

    • Berita Seharian Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Schmutzer, Habitat Primata Terbesar di Dunia Punya Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Berita Seharian
    Scroll to Top